Relokasi Investasi, Perusahaan Asing Siap Masuk ke Indonesia

Relokasi Investasi, Perusahaan Asing Siap Masuk ke Indonesia
Ilustrasi lukaspexels

Katalis.net — Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, 143 perusahaan asing berencana merelokasi investasi ke Indonesia. Negara-negara itu di antaranya adalah Amerika Serikat (AS), Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, dan Cina.

Dengan begitu terdapat potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak lebih dari 300 ribu orang,” lanjutnya.

Airlangga menambahkan, Rencana relokasi investasi ini, sebagai respons yang terjadi di masa pandemi Covid-19. Pandemi secara tidak langsung telah memberikan pelajaran berharga bahwa rantai pasok barang tidak bisa terpusat di satu negara.

“Kini banyak perusahaan multinasional yang mulai relokasi dari Cina ke negara Asia lain, terutama ASEAN,” ujar Airlangga. Hal ini, menurut dia, yang kemudian menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggantikan posisi Cina sebagai tujuan investasi dari hubungan rantai pasok baru di pasar global.

Namun begitu, menurutnya, risiko ketidakpastian pada tahun ini masih sangat tinggi sehingga ekonomi Indonesia menghadapi tantangan baik eksternal dan internal.

Baca Juga

Seperti diberitakan Tempo.co, Menko Bidang Perekonomian menjelaskan, tekanan dari sisi eksternal merupakan ketidakpastian global yang berakar pada pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan perekonomian global diprediksikan masih buruk.

Sementara dari sisi internal merupakan tekanan yang terjadi sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia yaitu pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia pada kuartal II terkontraksi 5,32 persen.

Oleh karena itu, Airlangga memastikan saat ini pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan dalam rangka mengatasi tekanan eksternal dan internal tersebut.

Sejumlah langkah dan kebijakan yang sedang diupayakan pemerintah di antaranya adalah segera menyelesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan DPR sehingga investasi dapat meningkat.

Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan daftar negatif investasi atau DNI akan dipangkas hingga tersisa enam butir.

DNI yang semula berjumlah 20 bidang usaha akan diatur dalam peraturan presiden yang kini disiapkan pemerintah.

Adapun daftar negatif investasi yang dilarang meliputi bidang usaha ganja, kasino atau tempat perjudian, industri yang yang menggunakan merkuri dalam proses produksi, hingga industri senjata kimia.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *