Pengertian Jurnalistik dan Ruang Lingkupnya

Pengertian JurnalistikJurnalistik adalah aktivitas dan keterampilan mengumpulkan, mencari, menulis, menyunting, dan menyajikan berita melalui media massa. Jurnalistik merupakan komunikasi media.

Pelakunya disebut jurnalis atau wartawan, yaitu orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin. Wartawan bekerja di sebuah media.

Jurnalistik disebut juga jurnalisme (journalism). Kedua istilah ini memiliki pengertian yang sama. Karenanya, penggunaannya pun bergantian.

Jurnalistik juga terkait erat dengan istilah “pers” dan “media”.

Pers adalah lembaga penerbitan atau perusahaan yang bergerak di bidang media. Media sendiri merupakan singkatan dari “media massa”, yaitu sarana komunikasi kepada orang banyak (publik) melalui media.

Baca Juga

Media terdiri dari:

  1. Media Cetak: surat kabar, tabloid, majalah
  2. Media Elektronik atau Media Penyiaran: radio dan televisi
  3. Media Online: situs berita atau website di internet.

Pengertian Jurnalistik dan Asal-Usulnya

Jurnalistik berasal dari kata “jurnal” (journal). Istilah journal berasal dari diurna, yaitu Acta Diurna, yang diyakini sebagai media atau pers pertama di dunia.

Acta Diurna dipopulerkan pasa masa Romawi Kuno pada era Julius Caesar.

Acta Diurna adalah papan pengumuman –semacam koran pada masa itu– yang digunakan pada zaman Romawi. Papan ini merupakan ukiran batu atau logam yang berisi berita publik dan dipamerkan di Forum Romawi.

Dari kata diurna muncul kata diurnalis, du jour, dan journal yang kemudian melahirkan istilah jurnalistik atau jurnalisme.

Jurnalisme berasal dari kata journal yang mempunyai arti “catatan harian” atau “mengenai kejadian sehari-hari”.

Dalam pemaknaan lain, journal dapat pula diartikan sebagai surat kabar. Journal berasal dari istilah bahasa Latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. (Wikipedia).

Pengertian Jurnalistik Menurut Ahli

Para ahli, akademisi, dan praktisi jurnalistik memberikan definisi sedikit berbeda dari segi redaksi, namun intinya sama, yaitu peliputan, penulisan, dan pelaporan berita.

Dja’far H. Assegaff misalnya dalam Jurnalistik Masa Kini (1982) mendefinisikan jurnalistik sebagai “kegiatan untuk menyampaikan pesan/berita kepada khalayak ramai (massa), melalui saluran media, entah media tadi media cetak maupun elektronika”.

Mursito BM memberikan pengertian jurnalistik lebih ringkas dan praktis. Menurutnya, jurnalistik adalah “kegiatan mencari, mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menyiarkan informasi”.

Berikut ini Pengertian Jurnalistik Menurut Para Ahli selengkapnya.

1. Ensiklopedia Indonesia

Jusrnalistik ialah salah satu bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kehidupan dan kejadian sehari-hari secara teratur, dengan menggunakan sarana-saran penerbitan yang ada.

2. M. Ridwan

Jurnalistik yaitu suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuk pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan berkala lainnya.

3. F. Fraser Bond

Jurnalistik yakni segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati.

4. Lesikom Komunikasi

Jurnalistik adalah salah satu pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah, dan media massa lainnya misalnya radio dan televisi.

5. Erik Hodgins

Jurnalistik merupakan sebuah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat dalam rangka membela kebenaran dan keadilan.

6. A.W. Widjaya

Jurnalistik yaitu suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun alasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang aktual dan faktual dalam waktu yang secepat-cepatnya.

7. Roland E. Wolseley

Jurnalistik yakni sebuah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah dan disiarkan di stasiun siaran.

8. Onong U. Efendi

Jurnalistik ialah salahh satu teknik mengeloa berita sejah dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak.

9. Summanang

Jurnalistik merupakan segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan.

10. Adinegoro

Jurnalistik yaitu semacam kepandaian karang mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya.

11. Amar dan Sumadiria

Jurnalistik yakni sebuah kegiatan mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya.

12. Widjaja

Jurnalistik merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun ulasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang aktual dan faktual dalam waktu secepat-cepatnya.

13. Adinegoro

Jurnalistik ini semacam kepandaian mengarang yang pokoknya member pekabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya.

14. Kurniawan

Jurnalistik ialah suatu kegiatan dalam komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita atau ulasan mengenai berbagai hal atau peristiwa sehari-hari yang bersifat umum dan hangat, dalam waktu yang secepat-cepatnya.

15. Effendy

Jurnalistik merupakan sesuatu kegiatan yang dapat mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai pada menyebarluaskannya kepada khalayak.

16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas)

Jurnalistik yakni sebuah pekerjaan mengumpulkan, menulis, mengedit dan menerbitkan berita di surat kabar dan sebagainya, yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran.

17. Wikipedia

Jurnalistik ialah sebuah bentuk jurnalisme kontemporer (masa kini) yang menyebarkan informasi berupa konten editorial (karya jurnalistik) melalui internet sebagai kebalikan dari publikasi media cetak atau elektronik.

18. Muis

Jurnalistik yaitu memasukan unsur media massa, penulisan berita, dan waktu yang tertentu (aktualitas).

19. Astrid Susanto

Jurnalistik sebagai suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam mencatata dan melaporankan serta menyebarkan informasi kepada masyarakat umum. Informasi yang dimaksud berkenaan dengan kegiatan sehari-hari.

20. Djen Amar

Jurnalistik merupakan salah satu kegiatan untuk mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan berita secepat mungkin dan seluas mungkin kepada khalayak.

Pengertian Jurnalistik - Romeltea Media

Produk Jurnalistik: Berita

Produk utama jurnalistik adalah berita (news), yaitu laporan atau informasi tentang sebuah peristiwa terbaru dan penting diketahui publik.

Menurut Charnley, berita adalah laporan yang hangat, padat, dan cermat mengenai suatu kejadian, bukan kejadiannya itu sendiri” (Wonohito, 1977:12).

Assegaff mendefinisikan berita sebagai laporan tentang fakta atau ide termasa, yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca, entah karena ia luar biasa, entah karena pentingnya atau akibatnya, entah pula karena ia mencakup segi-segi human interest seperti humor, emosi, dan ketegangan.

Jurnalistik: Memindahkan Realitas

Kegiatan jurnalistik ini pada dasarnya adalah kegiatan untuk “memindahkan realitas empirik ke dalam realitas media”.

Realitas media bukanlah realitas empirik, melainkan realitas semu (pseudo reality). Berita adalah rekonstruksi peristiwa. Tidak jarang dalam rekonstruski itu wartawan atau editor melakukan Framing untuk menjalankan agenda setting.

Dalam menulis berita atau melaporkan peristiwa, wartawan harus memenuhi standar objektivitas.

Ada dua elemen objektivitas dalam jurnalisme, yaitu: faktualitas dan impartialitas (Mursito, 2006:176).

  1. Faktualitas menyangkut kebenaran dan relevansi.
  2. Impartialitas berkenaan dengan keseimbangan dan netralitas.

Walaupun inti kegiatan jurnalistik nampaknya sederhana, yaitu “hanya” mengumpulkan, menulis, dan menyiarkan informasi; namun sebenarnya kegiatan jurnalistik sangat kompleks, sebab ada tarik-menarik berbagai kepentingan (idealisme jurnalistik, tuntutan masyarakat, kekuatan politik dan keamanan, dan kepentingan ekonomi atau bisnis).

Kebenaran dan akurasi dapat dicapai jika wartawan di dalam menggali informasi berusaha untuk melakukan verifikasi (pengujian) terhadap fakta yang ditemuinya.

Istilah yang seringkali digunakan adalah melakukan check dan recheck, artinya menggali berbagai sumber untuk memperoleh satu informasi yang benar-benar terjadi (faktual).

Fakta-fakta yang ditampilkan harus relevan dan kontekstual dengan peristiwa yang diberitakan. Sekalipun suatu banyak fakta yang bisa ditulis, namun bila fakta tersebut tidak berkaitan langsung dengan peristiwa; berita yang diturunkan bisa tidak lagi objektif, namun bersifat spekulatif.

Impartialitas dalam berita jurnalistik sering juga disebut dengan istilah cover both sides. Di dalam pemberitaannya,
wartawan, media, atau pers dituntut untuk memberikan porsi yang sama kepada semua pihak yang terlibat di dalam suatu peristiwa.

Impartialitas juga memiliki sisi yang lain, yaitu netralitas. Di dalam pemberitaan, pers tidak boleh berdiri di salah satu pihak atau pendapat/pandangan atas suatu peristiwa. Pers hanya boleh berdiri di satu pihak saja, yaitu kebenaran.

Kebenaran dalam jurnalistik adalah fakta. Fakta itu suci. Fact is sacre. Tidak boleh diusik. Karenanya, salah satu kode etik jurnalistik adalah tidak memasukkan opini kedalam berita atau tidak mencampuradukkan fakta dan opini.

Demikian sekilas pengertian jurnalistik atau jurnalisme.

Sumber/Referensi:

  • Romli, Asep Syamsul M. (2001). Jurnalistik Terapan. Bandung: Batic Press.
  • Assegaff, D.H. (1982). Jurnalistik Masa Kini. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  • Mursito, B.M. (1999). Penulisan Jurnalistik: Konsep dan Teknik Penulisan Berita. Surakarta: Spikom. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments