Pasar Modal Syariah di Indonesia Berkembang

Pasar Modal Syariah di Indonesia Berkembang
idxchannel

Katalis.net — Pasar Modal Syariah adalah kegiatan di pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Pasar modal syariah Indonesia merupakan bagian dari industri keuangan syariah yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Direktorat Pasar Modal Syariah.

Tonggak sejarah lahirnya pasar modal syariah Indonesia dimulai dengan penerbitan reksa dana syariah pertama pada tahun 1997.

Kemudian disusul dengan peluncuran Jakarta Islamic Index (JII) sebagai indeks saham syariah pertama, yang terdiri dari 30 saham syariah paling likuid. di Indonesia, pada tahun 2000.

Sukuk pertama di Indonesia dengan akad Mudarabah diterbitkan pertama kali pada tahun 2002.

Baca Juga

Peraturan OJK (saat itu adalah Bapepam dan LK) mengenai pasar modal syariah pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 dan dilanjutkan dengan penerbitan Daftar Efek Syariah. (DES) tahun 2007.

DES merupakan pedoman bagi pelaku pasar dalam memilih saham yang memenuhi prinsip syariah. Pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan UU No. 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.

Tonggak kebangkitan pasar modal syariah Indonesia sudah dimulai dengan diluncurkannya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebagai indeks komposit saham syariah yang terdiri dari seluruh saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tahun 2011.

Kemudian disusul dengan diluncurkannya Sharia Online Trading System (SOTS) oleh perusahaan sekuritas di tahun yang sama.

SOTS merupakan sistem pertama di dunia yang dikembangkan untuk memudahkan investor syariah dalam melakukan transaksi saham sesuai prinsip syariah.

Pada tahun 2013, Bank Syariah Mandiri menjadi Bank RDN Syariah pertama.

Selain itu, di tahun yang sama, ETF Islami pertama diluncurkan di Indonesia.

Bank Panin Syariah menjadi emiten syariah pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan negara yang memiliki pangsa pasar modal syariah terbesar di dunia.

Di sisi lain, rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia masih di bawah 50%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi pengembangan pasar modal syariah di Indonesia masih sangat besar.

Pasar Modal Syariah

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar modal syariah Indonesia telah berkembang selama lebih dari satu dekade, namun tetap terbatas. OJK dan pihak lainnya percaya bahwa masalahnya sebagian karena kurangnya dukungan dan promosi resmi.

Sementara negara lain mungkin memiliki populasi Muslim yang lebih kecil, mereka memiliki pemerintah yang telah mempromosikan sektor tersebut dan menciptakan lingkungan peraturan yang kondusif untuk penerbitan sekuritas yang relevan.

Negara tetangga Malaysia, misalnya, menawarkan 12 insentif pajak berbeda untuk mendukung industri jasa keuangan Islamnya, kata OJK.

OJK mencanangkan tahun 2015 sebagai tahun pasar modal syariah dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran.

Selain itu, roadmap pasar modal syariah yang dikeluarkan OJK memetakan jalan ke depan dan menguraikan langkah-langkah yang harus diambil untuk memperkuat regulasi, mengembangkan produk syariah baru, meningkatkan sumber daya manusia dan pengembangan TI, dan membantu promosi dan pendidikan, serta koordinasi antara pemerintah dan regulator.

Roadmap ini dimaksudkan untuk memandu perkembangan pasar modal syariah Indonesia.

Pertumbuhan Cepat

Terlepas dari kurangnya kesadaran dan ukuran pasar yang kecil, keuangan syariah di Indonesia dipandang memiliki potensi yang signifikan.

Dengan beberapa ukuran, ini adalah pasar keuangan Islam dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Menurut sebuah artikel 2015 oleh Bloomberg, Indonesia telah menerbitkan lebih banyak sukuk – $ 5 miliar selama empat tahun terakhir – daripada Malaysia ($ 3,25 miliar) atau Qatar ($ 2 miliar).

Malaysia memiliki sekitar lima kali lipat jumlah yang beredar, tetapi tingkat pertumbuhannya lebih lambat.

BEI The Best Islamic Capital Market

PT Bursa Efek Indonesia atau BEI kembali meraih The Best Islamic Capital Market pada ajang penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2020.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, “Suatu kehormatan bagi kami menerima penghargaan ini untuk kedua kalinya, terlebih di tengah pandemi covid-19 yang menekan kinerja pasar modal syariah global.”

Penghargaan yang diterima dari Global Islamic Finance Awards 2020 menjadi keuntungan bagi BEI, karena mampu mengenalkan BEI sebagai lembaga yang sangat peduli terhadap pengembangan pasar modal. Yakni melalui berbagai program edukasi, dan juga inovasi produk-produk baru dari pasar modal.

Kepedulian dari BEI juga membawa dampak positif bagi sektor keuangan saham syariah. Terlebih lagi, di masa pandemi sekarang ini.

Perhargaan ini juga memberikan penekanan terhadap kinerja pasar modal syariah global. Sehingga, akan mampu memacu BEI dalam berinovasi mengembangkan industri pasar modal syariah di Indonesia.

Selama ini BEI konsisten di dalam memberikan pertumbuhan bagi pasar modal syariah di Indonesia selama sembilan tahun terakhir ini. Selain itu, BEI juga terus mengupayakan peningkatan pasar modal syariah dengan tetap menjaga kaidah sesuai syariah.

Pasar modal syariah Indonesia masih menjadi yang paling inovatif dan satu-satunya di dunia yang memiliki produk terlengkap dan mengintegrasikan investasi syariah di pasar modal serta filantropi Islam.

Selain memiliki produk investasi; wakaf saham, zakat saham, sedekah saham dan wakaf sukuk.

Pasar modal syariah Indonesia juga memiliki sukuk wakaf yang merupakan sukuk wakaf pertama di dunia.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *