Kalangan Muda Diharapkan Jadi Inkubator Benih Entrepreneur

Kalangan Muda Diharapkan Jadi Inkubator Benih Entrepreneur

Katalis.net — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan pentingnya para entrepreneur baru bersama para anak muda untuk mencari solusi-solusi dan inovasi-inovasi.

Hal itu diperlukan agar UMKM bisa tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, sehingga pada saat ekonomi membaik UMKM sudah siap untuk tumbuh.

Dalam webinar dengan topik Entrepreneurship Series Winning Strategies for Small and Medium Size Business Amidst Covid-19.

MenkopUKM mengatakan “Digitalisasi atau transformasi digital untuk UMKM nampaknya memang harus kita percepat untuk menghadirkan UMKM agar siap masuk ke pasar yang lebih luas.

Dalam konteks itu Menkop UKM melihat untuk menghadirkan entrepreneur dari UMKM ini terutama UMKM yang dari kalangan anak muda yang SDM nya jauh lebih baik ditingkat pendidikan.

Mereka lebih baik diperlukan menjadi inkubator-inkubator, karena kami melihat inkubator ini sekarang sangat positif, edukasi, kurasi, dan inkubasi, “kata MenkopUKM.

MenkopUKM menjelaskan, saat ini UMKM banyak yang terkena dampak baik dari sisi supply maupun dari sisi demand.

Pemerintah sudah mencoba menjawab persoalan ini dengan kebijakan pemulihan ekonomi nasional baik itu melalui Program restrukturisasi pembiayaan, subsidi bunga, insentif pajak bagi entrepreneur.

Program itu diharapkan itu semua bisa membantu UMKM yang mengalami masalah cashflow termasuk membantu pembiayaan bagi UMKM yang belum bankable yaitu program hibah Banpres produktif.

Disamping itu dari sektor permintaan yang memang menurun, pemerintah juga mencoba membantu lewat kebijakan fiskal untuk mendorong belanja K/L dan daerah untuk membeli produk-produk UMKM.

“Saat ini ada Rp307 triliun dari anggaran untuk 2020 yang diproyeksikan untuk UMKM. Kami juga kerjasama dengan kementerian BUMN lewat Pasar Digital (PaDi) BUMN juga untuk membeli produk UMKM,

Pak Erick juga sudah menyetujui untuk belanja UMKM Rp14 miliyar ke bawah itu untuk UMKM. Memang saat ini baru 9 BUMN yang ikut, tapi nantinya akan terus ditambah.” kata MenkopUKM.

Lebih lanjut Menteri Teten mengungkapkan, pemerintah juga terus mendorong bagaimana konsumsi masyarakat yang nilainya cukup besar sebelum pandemi, agar bisa menggerakkan ekonomi.

“Kita dorong untuk belanja produk hasil buatan lokal produk UMKM, meskipun saat ini daya beli turun karena banyak yang kehilangan pekerjaan.

Banyak yang omsetnya menurun tentu saya kira dengan stimulus pembiayaan termasuk juga dengan program bantuan sosial yang banyak dibutuhkan masyarakat ini cukup bisa memunculkan daya beli masyarakat,” lanjut MenkopUKM.

Karena itu, kalau masyarakat mau melakukan gerakan belanja di warung tetangga, belanja produk produk lokal, akan bisa sedikit menggerakkan perputaran ekonomi di antara UMKM.

Pasalnya saat ini yang diperlukan adalah survival, untuk nantinya growing jika ekonomi membaik.

Evaluasi Model Pendekatan

Lebih lanjut MenkopUKM mengatakan, KemenkopUKM juga sedang melakukan evaluasi terhadap pendekatan-pendekatan model pendampingan.

Model pelatihan yang terintegrasi dengan ekosistem pembiayaan, ekosistem digital termasuk ekosistem yang memungkinkan UMKM bisa mengembangkan kewirausahaan salah satunya kemitraan dengan usaha besar.

Ada catatan studi banyak negara di dunia UMKM yang bisa tumbuh ya selain mempunyai kemampuan inovasi, manajemen tapi juga bermitra dengan usaha-usaha besar.

“Sayangnya memang ini kita masih rendah kemitraan UMKM dengan entrepreneur dan ini yang saya kira kita ingin dorong selebihnya.

Kami sedang mencoba bagaimana membangun kebijakan untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan UMKM bisa tumbuh besar yaitu akses kepada pembiayaan, akses kepada pasar juga saya kira adalah terutama akses bagi produk-produk tertentu sudah siap masuk ke pasar global,”akunya

Sekarang pun di Smesco Indonesia salah satu BLU KemenkopUKM juga sedang di redesign untuk betul-betul menjadi semacam center of excellent bagi the future SMEs termasuk juga mengembangkan trading house.

“Trading house ini juga kita lihat menjadi penting bagi UMKM yang kecil kecil menyebar di berbagai tempat untuk bisa mengakses pasar dengan mudah,” kata MenkopUKM.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian BUMN untuk menggunakan Sarinah sebagai showroom atau showcase untuk all inovation produk khususnya UMKM .

“Yang terakhir mungkin kami lewat LPDB-KUMKM juga ditugaskan untuk pembiayaan koperasi.

Kami juga akan dorong untuk menjadi transformasi di kalangan UMKM terutama untuk sektor-sektor tertentu yang memungkinkan kita dorong untuk menjadi dari usaha perorangan dalam skala kecil menjadi usaha usaha berkelompok berkoperasi dalam skala besar,” kata MenkopUKM.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan di tengah pendemi covid -19, pemerintah lebih fokus bagaimana UMKM bisa bertahan, bisa survive dan saling berbelanja diantara mereka sehingga roda ekonomi bisa berputar di antara mereka sendiri.

“Saya juga menghimbau mudah mudahan orang-orang kaya yang tabungannya di bank masih ada 1M-10M yang sekarang menikmati bunga bank yang cukup tinggi dan mereka mau membelanjakan uangnya untuk memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi untuk memudahkan di kuartal ke III kita tidak masuk krisis ekonomi,” imbuhnya.

Sumber : Humas Kementerian Koperasi dan UKM

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment