Humas Online: Pengertian, Tools, dan Tips

Humas Online

Katalis.netHumas yaitu singkatan atau akronim dari “Hubungan Masyarakat”. Dalam bahasa Inggris, humas disebut public relations –biasa disingkat “PR”.

Humas online artinya kegiatan kehumasan secara online melalui internet.

Humas dipahami sebagai adalah sebuah seni berkomunikasi dengan publik untuk membangun saling pengertian, menghindari kesalahpahaman dan mispersepsi, sekaligus membangun citra positif lembaga, organisasi, atau perusahaan.

Sebagai sebuah profesi, humas sebuah lembaga bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan publik akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.

Baca Juga

Tujuan akhir kegiatan humas adalah membuat citra positif lembaga melalui penyebarluasan informasi, penerangan, penjelasan, memberikan pengertian, pemahaman, dan membangun simpati publik.

Contoh kegiatan humas antara lain pembuatan dan publikasi press release (rilis), lobi, berbicara di depan publik, menyelenggarakan acara, konferensi pers dan hubungan media (media relations) lainnya.

Di era internet, humas juga menjalankan kegiatan kehumasan melalui internet yang disebut humas online, humas daring, cyber public relations (PR), digital PR, e-PR, atau PR on the Net.

Pengertian Humas

Sejumlah ahli, akademisi, dan praktisi merumuskan pengertian humas secara berbeda. The Public Relations Society of America (PRSA) mengartikan humas sebagai sekelompok orang dalam organisasi yang berinteraksi secara efektif dan berkomunikasi dengan publik.

Scott M. Cutlip dan Allen H. Center mengatakan humas sebagai fungsi manajemen yang menilai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk memperoleh pengertian, pemahaman, dan dukungan dari publik.

Definis humas yang menyebutkan fungsi manajemen juga dirumuskan International Public Relations Association (IPRA). Menurut IPRA, humas adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini publik di antara mereka.

Menurut Public Relation World Conference, humas adalah gabungan antara seni dan ilmu yang memperdiksi kecenderungan, memperkirakan konsekuensi, memberi saran kepada pimpinan organisasi, dan melaksanakan rencana kegiatan sebagaimana telah ditetapkan untuk melayani kepentingan publik dan organisasinya.

J.C. Seidel dalam Sobirin (2011) mendefinisikan humas sebagai proses terus-menerus dari usaha-usaha manajeman untuk memperoleh good will dan pengertian dari para pelanggan, pegawainya, dan publik umumnya ke dalam dengan mengadakan analisis dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri, ke luar dengan menyampaikan pernyataan-pernyataan.

Selain itu, humas juga berfungsi untuk menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu perusahaan dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi. Semua kegiatan humas itu bertujuan menumbuhkan kemauan baik publik serta memperoleh opini publik yang menguntungkan.

Dari beberapa pengertian humas di atas, tampak jelas peran penting humas dalam sebuah lembaga. Humas memiliki peran dalam menciptakan citra baik organisasi, mengomunikasikan segala informasi tentang organisasi kepada publik, klien, dan para investor.

Pengertian Humas Online

Di era internet, setiap lembaga bukan hanya memiliki klien atau pelanggan, tapi juga mempunyai audiens, bahkan lembaga yang tidak memiliki website atau akun media sosial sekalipun!

Setiap orang atau lembaga memiliki eksistensi dan reputasi online. Di sinilah pentingnya humas online guna memastikan dan mengelola kehadiran lembaga di dunia maya sekaligus membangun nama baik dan berinteraksi dengan warga internet (warganet) atau netizen.

Huma online adalah konsep baru kehumasan seiring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang membentuk masyarakat internet.

Secara praktis, humas online adalah aktivitas kehumasan yang dilakukan melalui media internet.

Pada dasarnya, humas online melibatkan aktivitas yang diarahkan untuk memengaruhi media, komunitas, dan audiens yang hanya ada di internet menggunakan saluran online. Itu termasuk mesin pencari, blog, pencarian berita, forum, utas diskusi, jejaring sosial dan alat komunikasi online lainnya. Pemantauan dan manajemen reputasi merek juga merupakan area fokus humas online. (Top Rank Blog).

Humas Online disebut juga Online Public Relation (Online PR) Electronic PR (e-PR), Digital PR, Internet PR, Web PR, PR on the Net, dan Humas 4.0.

Pada praktiknya, humas online mirip kegiatan pemasaran internet atau pemasaran daring (online marketing), dalam hal ini ‘memasarkan” program, layanan, atau kebijakan.

Kelebihan Humas Online

Setidaknya ada tiga keunggulan humas online dibandingkan humas offline atau kegiatan humas konvensional.

1. Kantor 24 Jam

Berbeda dengan PR Offline yang biasanya dibatasi jam dan hari kerja, maka PR Online berlangsung 1×24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Website dan media sosial perusahaan/instansi menjadi “kantor” yang selalu buka selama 24 jam setiap hari.

2. Respons Cepat

Praktisi atau petugas PR Online menjadi semacam “tim reaksi cepat” yang siaga merespons order, masukan, keluhan, kritikan, atau apa saja yang disampaikan konsumen, klien, investor, dan publik. Respons ini, jika dilakukan dengan baik, akan membangun reputasi dan kredibilitas.

PR Online juga dengan cepat dan mudah bisa merespons pemberitaan, isu, atau apa pun yang muncul di media online.

3. Interaktif

Interactivity adalah “watak” media online (internet). PR Online bukan saja memungkinkan, tapi juga mengharuskan praktisi humas berinteraksi (mewakili lembaganya) dengan publik, konsumen, atau klien.

Keahlian Humas Online

Keterampilan menulis (writing skills) dan pandai berbicara di depan umum (public speaking) merupakan dua keterampilan yang wajib dimiliki praktisi humas.

“Writing is the number one skill of PR practitioners,” kata Craig Pearce dalam blognya, craigpearce.info. Menulis adalah keterampilan nomor satu bagi praktisi humas.

Bahkan, “It’s more important than being a nice person. Seriously,” tegasnya. Keterampilan menulis lebih penting ketimbang “orang baik”.

“Tidak ada PR tanpa keterampilan menulis,” imbuh Todd Hunt.

Keahlian yang diperlukan dalam humas online bukan sekadar lincah menulis pandai bicara, namun juga menguasai keterampilan komunikasi daring (online communication) dengan memanfaatkan website dan media sosial

Masyarakat Humas Amerika atau The Public Relations Society of America (PRSA) mengadakan konferensi pada Juni 2013. Salah satu topik yang dibahas adalah keahlian apa yang harus dimiliki Humas profesional (Professional PR Skills) di masa depan.

Salah satu pembicara dalam konferensi tersebut, Arik Hanson, seorang konsultan humas digital, mengemukakan 10 keterampilan yang harus dimiliki praktisi humas profesional, sebagaimana dipublikasikan di blognya, “10 skill the PR Pro of 2022 MUTS have”.

Menurut Hanson, keahlian seorang praktisi humas, seperti keterampilan menulis (writing skills), akan lebih penting lagi di masa depan. Demikian pula keterampilan hubungan media (media relations) akan lebih dibutuhkan di era perkembangan pesat media saat ini dan masa depan.

Namun, harus diingat, kemampuan menulis dan hubungan media “hanya” masuk dalam daftar “keahlian tradisional” (traditional skills) seorang praktisi humas. Humas masa depan harus memiliki keahlian lebih dari sekadar bisa menulis dan berkomunikasi dengan kalangan media.

Top 10 PR Skills 

Berikut ini 10 keahlian yang wajib dimiliki praktisi humas profesional masa depan sebagaimana dikemukakan Hanson:

1- Advertising copywriting

Praktisi humas wajib memiliki keahlian menulis naskah iklan atau promosi, termasuk mengelola media sosial, newsletter elektronik (e-newsletters), Facebook, Google Adwords, dan sebagainya.

2- Video editing/production

Praktisi humas wajib memiliki keahlian memproduksi dan mengedit video. Instansi/perusahaan harus memiliki akun Youtube guna promosi online lewat video yang diproduksi oleh bagian Humas.

3- Mobile

Dalam beberapa tahun ke depan, praktisi humas profesoonal dituntut mampu “bermain” di dunia mobile guna menjalankan strategi promosi dan publikasi.

4-Social content creation/curation

Praktisi humas pro masa depan wajib memiliki kemampuan mengemas konten media sosial. Mereka adalah “penyampai cerita” (storytellers) yang harus piawai dalam komunikasi interpersonal yang menjadi ciri khas komunikasi media sosial.

5-Analytics

Praktisi humas profesional wajib memiliki kemampuan menganalisis audiens, pasar, konsumen, publik, termasuk pemanfaatan Google Analityc website instansi/perusahaannya, juga analisis karakter teman, “likers”, dan anggota grup Facebook.

6- SEO

Era digital menuntut setiap perusahaan, instansi, dan organisasi memiliki website. Guna mendapatkan pengunjung yang banyak dan popularitas website, praktisi humas yang bertugas mengelola website tersebut wajib memiliki keterampilan Search Engine Optimization (SEO Skills), selain keterampilan mengelola konten yang unik, menarik, dan bermanfaat.

7-Speed to information

Kecapatan informasi harus diwaspadai praktisi humas. Ia harus tanggap, responsif, dan mampu memonitor dinamika informasi, terutama yang terkait dengan lembaganya. Pemanfaatan Google Alert , misalnya, menjadi hal wajib bagi praktisi humas pro.

8-Programming skills

Praktisi humas profesional masa depan dituntut memiliki keterampilan pemrograman, seperti manipulasi atau kustomisasi kode CMS WorsPress atau lainnya.

9-Managing virtual teams

Praktisi humas pro masa depan harus mampu membuat dan mengelola tim virtual dengan fokus pada hasil –bukan waktu di kantor.

10-Blogger outreach

Praktisi humas pro masa depan adalah seorang blogger juga. Ia harus mampu ngeblog dan mengelolanya dengan baik.

Ulasan Erik Hanson di atas fokus bahkan “semuanya” tertuju pada kemampuan praktisi humas dalam mengelola media online dan media sosial.

Dengan demikian, bisa dikatakan, praktisi humas masa depan adalah praktisi humas era digital.

Online PR Tools

Fasilitas humas online cukup banyak. Sejumlah perangkat “siap” membantu praktisi humas dalam melaksanakan tugasnya.

1- Email

Surat elektronik ini tergolong tool “klasik” dalam humas online. Diperlukan “etika” dan gaya penulisan tersendiri agar efektif dan efisien.

Email yang bisa digunakan:

  1. Yahoo! Small Business
  2. Google Apps for Business
  3. Email Corporate, yakni menggunakan nama domain, seperti romeltea@namaperusahaan.co.id

Tips menulis email yang baik antara lain:

  1. Selalu Isi SUBJECT dengan TOPIK
  2. Sampaikan poin utama di awal kalimat. Most readers won’t stick around for a surprise ending.
  3. Jangan gunakan SEMUA HURUF KAPITAL (ALL CAPS). No shouting!
  4. WUWT (What’s Up With That).à ROFLOL (Rolling On the Floor Laughing Out Loud) atau membuar pembaca bingung àHindari singkatan yang tidak lazim
  5. Ringkas
  6. Sopan
  7. Jangan lupa gunakan kata “silakan” (please) dan “terima kasih” (thank you).
  8. Gunakan “Signature” dan “Contact Information”
  9. Edit dan “Proofread” sebelum klik “Send”
  10. Gunakan “Online Writing Style” (Scannable) sebagaimana menulis di media online pada umumnya.

2- Electronik Newsletter / Electronik Magazine (Ezine)

  1. MS Offic Style
  2. RSS Feedburner
  3. Mail Chimp

3- Online Press Release

Yaitu membuat dan menyebarkan rilis, baik melalui email, website, media sosial, maupun menggunakan layanan situs-situs khusus penyedia jasa layanan penyebaran rilis, seperti PR Web: “Drive traffic to your website and reach millions of potential customers.”

4- Website

Corporate Website sebagai “Hub” atau pusat data dan informasi yang bisa disebarkan melalui jejaring sosial.

Konten website harus dirancang/ditulis untuk dua jenis audiences: humans (manusia, user) dan search engines (mesin pencari).

5- Blogs

Blog terbukti populer dan termasuk situs terpopuler di dunia. Mesin pencari menyukai blog karena fresh dan update. Humas bisa menggunakan blog untuk mendukung dan mendongkrak website perusahaan, juga mengasah keterampilan menulis dan akrab dengan bahasa pemrograman (Javascript/HTM/CSS).

6- Media Sosial

Humas saat ini mesti akrab dengan berbagai saluran komunikasi dan informasi. Media yang sedang “in” saat ini adalah media sosial, terutama Facebook, Twitter, dan Youtube. Media sosial sangat banyak, tapi tiga itulah yang paling populer di Indonesia.

7- Google Alerts 

Berlangganan berita yang diindeks Google dengan topik tertentu. Tujuannya untu “brand and media monitoring” sebagai bagian dari tugas humas.

8- Google Trends
Memantau apa yang sedang hangat dicari dan diperbincangkan user internet. Google menampilkan top 5 kata kunci yang paling banyak dicari di mesin pencarinya.

9- Corporate Blogging

Corporate Blogging –disebut juga Business Blogging dan Content Marketing– adalah tugas baru praktisi humas dan bagian pemasaran di era digital.

Corporate Blogging yaitu membuat tulisan (posting) untuk dimuat di website instansi, lembaga, atau perusahaan. Kontennya berupa informasi aktual instansi/perusahaan, review produk/jasa, atau pengumuman penting bagi publik.

10- Corporate Journalism

Corporate Journalism (Jurnalistik Korporat/Perusahaan) atau Brand Journalism (Jurnalisme Merek) adalah strategi baru kehumasan dan pemasaran modern.

Corporate Journalism mulai populer tahun 2012 ketika CEO & Founder PR Daily, Mark Ragan memperkenalkan konsep brand journalism (jurnalisme merek). Dengan mengombinasikan skill jurnalisme dan brand, konsep ini menjadi trend di antara para pebisnis dalam memperkenalkan merek mereka.

Corporate Journalism (jurnalistik perusahaan) –disebut juga Brand Journalism– dapat diartikan sebagai aktivitas atau aplikasi jurnalistik di sebuah perusahaan untuk komunikasi pemasaran –promosi dan penjualan produk– serta publikasi aktivitas perusahaan kepada publik.

Sumber

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments