Branding: Bagaimana Membangun Merek dan Membesarkannya

Branding : Bagimana Membangun Merek dan Membesarkannya
pexels

Katalis.net — Kata brand berarti merek, sedangkan pengertian branding adalah berbagai macam kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan tujuan untuk membangun dan membesarkan sebuah merek agar lebih dikenal masyarakat.

Namun untuk memahami konsep branding, pertama-tama kita perlu mengetahui apa itu produk dan merek.

Secara umum, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, layanan, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide ”(Kotler & Keller, 2015) .

Ini berarti bahwa suatu produk dapat berupa apa saja mulai dari penginapan hotel, penerbangan, kursus bahasa, pakaian, makanan, sikat gigi, dll.

Untuk mengilustrasikan definisi suatu produk dan perannya dalam mendefinisikan branding, kita akan menggunakan contoh air:

Baca Juga

Untuk memahami konsep branding, pertama-tama kita perlu mengetahui apa itu produk dan merek.

Definisi produk

Air adalah sumber daya gratis yang dibutuhkan setiap manusia untuk hidup dan bertahan hidup. Namun itu menjadi produk yang mulai dikomersialkan oleh manusia dan perusahaan, misalnya dengan menjual air mineral dalam gelas dan botol plastik.

Tapi air selalu terlihat sama, bukan? Ini cair dan transparan. Jadi, bagaimana perusahaan yang berbeda dapat menjual produk yang sama tetapi tetap meyakinkan orang untuk membeli air kemasan daripada yang dari pesaing?

Jawabannya adalah: dengan membuat merek.

Definisi merek

Merek adalah nama atau simbol yang berbeda (membedakan baik berupa logo, cap / kemasan) untuk mengidentifikasikan barang / jasa dari seorang penjual / kelompok penjual tertentu (David A. Aaker)

Anda dapat mempertimbangkan merek sebagai ide atau citra yang ada dalam pikiran orang ketika memikirkan produk, layanan, dan aktivitas tertentu dari suatu perusahaan, baik secara praktis (misalnya “sepatu itu ringan”) dan cara emosional (misalnya “sepatu membuat saya merasa kuat ”).

Oleh karena itu, bukan hanya fitur fisik yang menciptakan merek tetapi juga perasaan yang dikembangkan konsumen terhadap perusahaan atau produknya.

Kombinasi isyarat fisik dan emosional ini dipicu saat dihadapkan pada nama, logo, identitas visual, atau bahkan pesan yang dikomunikasikan.

Sebuah produk dapat dengan mudah ditiru oleh pemain lain di pasar, tetapi sebuah merek akan selalu unik. Misalnya, rasa Pepsi dan Coca-Cola sangat mirip, namun untuk beberapa alasan, beberapa orang merasa lebih terhubung dengan Coca-Cola, yang lain dengan Pepsi.

Mari kita ilustrasikan ini lagi dengan contoh air kita. Produk yang dijual adalah air, tetapi untuk meyakinkan orang untuk membeli air tertentu, perusahaan mengembangkan merek air yang berbeda, seperti aqua, le minerale, Amidis. Dan masing-masing merek ini memberikan arti yang berbeda pada produk air :

Aqua Kebaikan Berawal Dari Sini
Le Minerale Berawal Dari Kemurnian Alam
Amidis Air Minum Distilasi

Pada akhirnya, merek adalah firasat seseorang tentang produk atau perusahaan tertentu. Setiap orang menciptakan versinya sendiri-sendiri, dan beberapa merek meningkatkan atau menurunkan popularitas karena bagaimana perasaan konsumen tentang mereka.

Definisi merek: Apa itu?

“Branding adalah memberikan produk dan layanan dengan kekuatan merek” (Kotler & Keller, 2015)

Branding adalah proses memberi makna pada organisasi, perusahaan, produk, atau layanan tertentu dengan menciptakan dan membentuk merek di benak konsumen.

Ini adalah strategi yang dirancang oleh organisasi untuk membantu orang-orang dengan cepat mengidentifikasi dan merasakan merek mereka, dan memberi mereka alasan untuk memilih produk mereka daripada pesaing, dengan mengklarifikasi merek khusus ini dan apa yang tidak.

Tujuannya untuk menarik dan mempertahankan pelanggan setia dan pemangku kepentingan lainnya dengan menghadirkan produk yang selalu selaras dengan apa yang dijanjikan merek.

Siapa yang terpengaruh?

Konsumen: Seperti dibahas di atas, sebuah merek menyediakan jalan pintas pengambilan keputusan kepada konsumen ketika merasa ragu-ragu tentang produk yang sama dari perusahaan yang berbeda.

Selain membantu konsumen membedakan produk serupa, strategi branding yang sukses juga menambah reputasi perusahaan.

Aset ini dapat memengaruhi berbagai orang, mulai dari konsumen hingga karyawan, investor, pemegang saham, penyedia, dan distributor.

Misalnya, jika Anda tidak suka atau tidak merasa terhubung dengan suatu merek, Anda mungkin tidak tertarik dengan merek tersebut.

Namun, jika Anda merasa merek memahami Anda dan menawarkan produk yang menginspirasi Anda, Anda mungkin ingin bekerja untuk itu dan menjadi bagian dari dunianya.

Bagaimana caranya?

Perusahaan cenderung menggunakan alat yang berbeda untuk membuat dan membentuk merek. Misalnya, branding dapat dicapai melalui:

  1. Definisi merek: tujuan, nilai, janji
  2. Pernyataan pemosisian merek
  3. Identitas merek: nama, nada suara, desain identitas visual (yang meliputi desain logo, palet warna, tipografi…)
  4. Periklanan dan komunikasi: TV, radio, majalah, iklan luar ruang, situs web, aplikasi seluler…
  5. Sponsor dan kemitraan
  6. Desain produk dan kemasan
  7. Pengalaman di dalam toko
  8. Pengalaman ruang kerja dan gaya manajemen
  9. Pelayanan pelanggan
  10. Strategi penetapan harga

Desain kemasan adalah cara yang akan menarik perhatian konsumen yang sibuk memilih merek di sebuah toko. Ini memberi tahu konsumen tentang properti produk dan secara visual membedakan merek dari persaingan di rak.

Periklanan adalah alat yang ampuh untuk menciptakan dan membentuk semesta merek karena sangat visual serta auditif dan menceritakan sebuah cerita tentang produk / perusahaan.

Kesimpulan
Dengan kata yang sangat sederhana, produk adalah apa yang Anda jual, merek adalah citra produk yang Anda jual, dan merek adalah strategi untuk menciptakan citra tersebut.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *