BKF Ungkap Indonesia Masuk Masa Resesi

BKF Ungkap Indonesia Masuk Masa Resesi
Pixabay

Katalis.net — Kementerian Keuangan melalui Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu memastikan Indonesia mengalami resesi. Sinyal itu sudah terlihat sejak perlambatan ekonomi pada kuartal I/2020.

Resesi ekonomi tidak serta merta datang begitu saja. Febrio mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 10 tahun terakhir berkisar di 5%. Dengan kondisi ekonomi di bawah level tersebut, maka akan menjadi pertanyaan besar.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif pada kuartal II-2020 yakni -5,32% yoy. Kuartal II-2020 pertumbuhan ekonomi telah terkoreksi dan hanya tumbuh 2,97% yoy,” begitu ungkapnya.

Febrio menambahkan, data pertumbuhan ekonomi pada kuartal I sudah melambat di bawah 5%, kuartal II lebih dalam lagi.
Sehingga, dengan adanya pertumbuhan yang sudah melambat tersebut, BKF proyeksikan kuartal III-2020 akan berkisar di antara -2,97% sampai -1,0% yoy.

Itulah mengapa Febrio menegaskan,“Berarti memang sudah resesi sepanjang tahun ini bahkan dari kuartal I, II dan III sudah melambat. Dan ini sudah pasti berkepanjangan perlambatan perekonomian kita.”

Namun Febrio berharap, kuartal III proyeksi pertumbuhannya bisa menunjukkan adanya indikator yang lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya.

Hal ini terdorong adanya perbaikan pada beberapa sektor yakni konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah yang naik tajam seiring percepatan realisasi belanja pemerintah.

Sementara itu investasi masih lemah. Hal ini tercermin dari indikator aktivitas bangunan, impor barang modal dan penjualan kendaraan niaga. Sehingga perbaikan aktivitas ekonomi masih tertahan dan membuat investasi masih wait and see.

“Sehingga di kuartal IV ini nanti justru akan menjadi fokus pemerintah ke depannya dan akan lebih baik lagi meskipun sudah pasti akan negatif,” tutur Febrio seperti diberitakan kontan.co.id

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *