Adaptasi Kebiasaan Baru Lindungi Konsumen

Bisnis yang mulai merencanakan dan mempersiapkan sekarang untuk normal baru akan berkinerja lebih baik pasca krisis daripada mereka yang membuat keputusan yang mengharapkan normal lama akan kembali

Adaptasi Kebiasaan Baru Lindungi Konsumen
Ilustrasi pexels

Katalis.net — Adaptasi kebiasaan baru perlu memperhatikan masalah perlindungan konsumen. Digitalisasi mengganti sebanyak mungkin layanan fisik dan cara bekerja secara langsung dengan layanan virtual yang setara, banyak model operasi yang diaktifkan secara digital saat ini.

Pada saat yang sama, krisis telah mengurangi jumlah transaksi berbasis uang tunai dan mempercepat digitalisasi perbankan dan masyarakat non-tunai.

Adaptasi Kebiasaan Baru

Dengan kedatangan normal baru, banyak perusahaan harus mengubah diri mereka sepenuhnya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan, perlindungan konsumen berperan penting dalam meningkatkan harkat dan martabat konsumen tanpa mengesampingkan peran pelaku usaha untuk menyediakan berbagai produk/jasa yang berkualitas.

Baca Juga

Dengan peningkatan perlindungan konsumen, diharapkan transaksi perdagangan juga semakin meningkat.

Dalam webinar bertema Perlindungan Konsumen di masa New Normal. Mendag Agus mengatakan “Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga mencakup lebih dari separuh total produk domestik bruto Indonesia.

Namun akibat pandemi Covid-19, konsumsi rumah tangga tumbuh negatif 5,51 persen.

Untuk itu, perlindungan konsumen harus dimaksimalkan guna meningkatkan kepercayaan konsumen dalam bertransaksi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di masa adaptasi kebiasaan baru”.

Mendag Agus menambahkan, pandemi Covid-19 membuat konsumen dan pelaku usaha semakin memanfaatkan sistem elektronik dalam bertransaksi.

Hal tersebut perlu diimbangi dengan berbagai kebijakan yang mampu melindungi masyarakat saat melakukan aktivitas perdagangan secara elektronik.

Mendag Agus menegaskan, “Perubahan pola perilaku perdagangan yang memanfaatkan sistem elektronik ini memberikan tantangan sekaligus peluang yang dapat mendukung peningkatan ekonomi nasional.

Pelaku usaha harus bertanggung jawab dan konsumen harus cerdas dan teliti, serta memahami hak dan kewajibannya.

Konsumen yang cerdas dan berdaya adalah konsumen yang meminta kejelasan dan kejujuran atas produk dan jasa yang dibeli, konsumen yang tahu atas hak-haknya, dan bagaimana untuk melindunginya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment